Mewaspadai Risiko Digitalisasi di Indusri Keuangan (Bank Umum, BPD dan BPR) dalam Menghadapi Era Disrupsi Fintech

Mewaspadai Risiko Digitalisasi di Indusri Keuangan (Bank Umum, BPD dan BPR) dalam Menghadapi Era Disrupsi Fintech
  • Februari 9, 2019
  • 9:00 AM to 5:00 PM
  • Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan
  • 021 22806913

Deskripsi Pelatihan

Dewasa ini dunia usaha, mulai dari perusahaan telekomunikasi, transportasi dan ritel, diramaikan dengan misi yang sama, yaitu mengusung inovasi pengembangan teknologi dan digital seiring dengan cara komunikasi, konsumsi dan transportasi yang berubah.
Demikian juga dengan dunia keuangan dan perbankan yang tidak luput dari disrupsi digital, hanya masalah siapa yang lebih dulu mengimplementasi dan sejauh mana mereka bertransformasi. Perubahan ini diharapkan mampu mengubah paradigma klasik bahwa perbankan adalah industri yang kaku karena terbentur sistem serta regulasi yang ketat.
Era digital semakin melekat dalam merubah gaya kehidupan masyarakat di Indonesia, khususnya industri keuangan seperti perbankan, asuransi dan perusahaan pembiayaan (multifinance). Perubahan ini harus mampu direspons secara cepat, hal ini guna mempersiapkan lembaga jasa keuangan dalam menghadapi inovasi digital banking. Saat ini sektor perbankan sedang mengalami tranformasi menuju era digitalisasi. Transformasi industry perbankan merupakan jawaban terhadap Fenomena perkembangan financial technology (fintech) dan revolusi teknologi digital (4th revolution industry-digital industry).

Perubahan cara bisnis perbankan menjadi digital juga didorong oleh munculnya perusahaan rintisan teknologi finansial (tekfin).Fintech belakangan ini membuat kemudahan bagi pengembangan pasar, terutama yang masih belum terlayani jasa keuangan dan perbankan konvensional (unbanked population dan finansial inclusion) serta dapat menyediakan kemudahan fasilitas dan layanan transaksi keuangan dimanapun dan kapanpun. Termasuk kemudahan fasilitas dan layanan Sistem pembayaran terus berkembang dari tahun ke tahun. Saat ini sistem pembayaran berbasis digital semakin marak di Indonesia. Perkembangan sistem pembayaran digital ini memunculkan berbagai risiko dan tantangan baru yang harus diantisipasi semua pihak. Dari sisi financial risk dapat muncul risiko maturity mismatch, liquidity mismatch, leverage hingga business risk. Sedangkan dari sisi operasional, sistem ini juga rawan dari cyber attack. Pergeseran lanskap ekonomi akibat digitalisasi telah mengubah peta risiko di sector keuangan. Termasuk risiko yang belum pernah ada sebelumnya atau unknown risk.
Sistem pembayaran digital telah menambah variasi dari model hingga interaksi pembayaran serta mendorong lahirnya pemain baru (startup/rintasan/fintech). Pola transaksi yang bergeser menjadi transaksi berbasis online melahirkan inovasi, yang berdampak pada meningkatnya variasi model pembayaran seperti e-wallet, juga meningkatnya variasi interaksi pembayaran seperti barcode hing QR code.

Selain itu muncul pula pemain baru non konvensional yang bisa memfasilitasi transaksi keuangan dan pembayaran, contohnya adalah perusahaan financial technology (fintech). Pertumbuhan tekfin, menggugah industri perbankan untuk gesit bertransformasi. Transformasi tidak bisa sekedar mengklaim diri sebagai bank digital (digital lipstick), namun termasuk perubahan dari dalam seperti mengubah pola pikir, perilaku dan mendefinisikan kembali peran setiap karyawan.

Perbankan digital dianggap menjadi cara baru berbisnis terutama berkat potensinya untuk menghemat biaya. Bank sebaiknya melihat bahwa hal tersebut bukan sekedar mendigitalisasi produk yang sudah ada, tapi merubah pola pikir dan solusi menjadi digital sesuai perilaku dan kebutuhan masyarakat. Misalnya; memahami pain point masyarakat – seperti mencicil kredit rumah, merencanakan pendidikan anak, investasi pensiun dan hari tua – kemudian menganalisa hambatan, dan membangun solusinya.
Topik atau judul pelatihan ini sengaja diambil mengingat perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, yang diikuti juga dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin dapat mengadopsi teknologi baru. hal ini menyebabkan munculnya risiko digitalisasi terutama di operasional transaksi keuangan dan pembayaran secara online yaitu cyber attach dan cybercrime yang tidak akan dapat dihindari oleh dunia Perbankan Indonesia.

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta mampu:

  • Mampu menjadi champion/change agent dalam mewaspadai risiko digitalisasi layanan bank di institusinya.
  • Mempersiapkan Lembaga/institusi jasa keuangan dan perbankan mengantisipasi risiko operasional digital banking terutama cyber attach dan cybercrime.
  • Mampu membuat strategi, leadership, roadmap cybersecurity untuk mengantisipasi risiko digital banking services.

Target Peserta

Direktur IT, Kepala Divisi TI, Manajer dan Professional TI, dan manajer atau staf bagian lain yang akan dilibatkan dalam kegiatan digital banking services dari aspek bisnis dan operasional di institusi/Lembaga keuangan dan perbankan.

Metode Pelatihan

Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, prinsip dan filosofi,  strategi, leadership, roadmap cybersecurity untuk mengantisipasi risiko digital banking services.

Materi Pelatihan

  • Sesi 1 s.d 2: Digital Lanskap dan digital banking era, model bisnisnya serta regulasinya di Indonesia
  • Sesi 3 s.d 4: Risiko dan tantangan digital banking dalam menghadapi cyber attach dan cybercrime
  • Sesi 5 s.d 6: Tren strategi, leadership, roadmap cybersecurity untuk mengantisipasi risiko digital banking services.

Biaya Investasi Pelatihan

  • Harga: Rp 3.500.000¬†
  • Biaya investasi tersebut berlaku untuk 1 peserta sudah termasuk 2x coffe break, 1x lunch, makalah, dan sertifikat.
  • Transfer biaya investasi Anda ke 0341-01-001623-30-2 Bank BRI Cabang Warung Buncit a.n. Firma Sinergi Training Center sebelum pelaksanaan pelatihan.

Instruktur / Trainer / Fasilitator

Buce DarmawanBuce Darmawan, S.Kom, MTI, CISA, CGEIT, COBIT5, ITIL3, PRINCE2, TOGAF, CCNA.

Buce Darmawan mendapatkan gelar Sarjana Komputer (with honors) dari Universitas Bina Nusantara (Binus University) dengan fokus riset di Networking Technology. Berkontribusi di bidang wireless, IPv6, & cisco networking technology and software application development saat menjadi intern job training selama 3 tahun di Applied Technology Labs di Binus University.

Meraih gelar Magister Teknologi Informasi (with honors) dari Universitas Indonesia dengan fokus riset di IT Strategic Planning, IT Architecture and IT Governance in Financial Institution dan berhasil membuktikan dengan penerapan IT Governance, IT Strategic Planning & IT Architecture yang efektif & efisien berdampak kepada peningkatan operasional pada insitusi keuangan.

Buce memiliki pengalaman professional lebih dari 16 tahun. Ia berpengalaman dalam melaksanakan dan memberikan konsultansi dan training IT Audit & Assurance, IT Governance-Risk-Compliance, IT Strategic Planning & IT Architecture, IT Project Management, IT Risk Management, IT Service Management dan IT Disaster Recovery Planning tidak hanya di institusi keuangan (Bank BRI dan BNI lebih dari 11 tahun) namun juga di institusi asuransi, investment bank, telekomunikasi, retail dan FMCG (Fast Moving and Consumer Goods), minyak & gas.

Saat ini ia banyak memberikan layanan konsultansi dan training (Subject Matter Expert-Senior Advisor) di berbagai perusahaan & lembaga pemerintah di bidang IT Audit & Assurance, IT Strategic Planning, IT Architecture, IT Risk Management, IT Project Management, IT Disaster Recovery Planning, IT Performance Management, IT Governance-Risk-Compliance, IT Audit & Assurance & IT Service Management.

BAGIKAN
2019-2-9 9:00 AM 2019-2-9 5:00 PM Asia/Jakarta Mewaspadai Risiko Digitalisasi di Indusri Keuangan (Bank Umum, BPD dan BPR) dalam Menghadapi Era Disrupsi Fintech Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan
tambahkan ke kalender
past event
0

Formulir Pendaftaran

* Wajib diisi secara lengkap dan benar

how can we help you?

Silahkan hubungi kami kapan saja untuk bantuan atau pertanyaan terkait produk dan layanan kami.

hubungi whatsapp
Bimbel USKP 2019
Pelatihan Terpopuler
Effective Communication Skills for Workplace Success
  • Desember 16, 2019
  • 9:00 AM to 5:00 PM
  • Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan
Praktek Perhitungan Dengan Excel dan Pengisian e-SPT PPh 21 Terbaru
  • Desember 20, 2019
  • 9:00 AM to 5:00 PM
  • Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan
Jadwal Terdekat
Effective Communication Skills for Workplace Success
  • Desember 16, 2019
  • 9:00 AM to 5:00 PM
  • Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan
Accounting Overview and Update PSAK Terbaru: PSAK 72 & 73
  • Desember 17, 2019
  • 9:00 AM to 5:00 PM
  • Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan
Praktek Perhitungan Dengan Excel dan Pengisian e-SPT PPh 21 Terbaru
  • Desember 20, 2019
  • 9:00 AM to 5:00 PM
  • Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan
Strategi Perencanaan Pajak Tahun 2020
  • Desember 23, 2019
  • 9:00 AM to 5:00 PM
  • Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan
PSAK 71, 72, dan 73 Tahun 2020 serta Implikasi Terhadap Pajak PPh-nya
  • Januari 22, 2020
  • 9:00 AM to 5:00 PM
  • Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan
Membutuhkan pelatihan yang dapat disesuaikan khusus untuk tim internal Anda?TEMUKAN SOLUSINYA
+
Dapatkan Update Terbaru Kami!

Dapatkan Update Terbaru Kami!

Bergabunglah di milist kami untuk mendapat jadwal pelatihan dan seminar terbaru langsung ke email anda!

Terima kasih, anda berhasil bergabung. Silahkan periksa email Anda!